Bosch Kembangkan Solusi IoT di Indonesia Lewat Kompetisi IoT Hackathon Perusahaan penyedia global teknologi dan layanan, Bosch, baru menghelat Bosch IOT atas acara kompetisi Hackathon tahun 2019 di Surabaya, Kamis (17/10). Kompetisi ini diadakan untuk menemukan dan mendukung anak-anak inovasi Indonesia yang cerdas secara digital untuk mengembangkan solusi baru berdasarkan Internet of Things (IOT).
Sebelumnya, Bosch sejak Mei-Agustus telah menjalankan serangkaian Jalan ke Hackathon di Surabaya, Jakarta, dan Bandung untuk membahas berbagai topik di bidang IOT. Pada bulan September, terpilih 10 tim bentrok ide dan inovasi.
Berbagai ide-ide mereka termasuk sistem untuk memantau pengolahan biji kopi, alat pakan ikan otomatis, getaran dan sensor deteksi suhu mesin pabrik dan sistem pemetaan polusi udara perkotaan.
“Tujuan dari kompetisi ini adalah untuk mendorong, mempromosikan dan mendukung orang-orang muda untuk mengembangkan solusi inovatif di Indonesia IOT menggunakan XDK Bosch,” kata Managing Director Bosch di Indonesia, Andrew Powell, kantor cabang Bosch Surabaya, Kamis (17/10).
Pria yang akrab disapa Andy juga menjelaskan bahwa, selama puncak kompetisi IOT Hackathon, semua finalis bekerja dengan Bosch XDK dilengkapi, yang merupakan pembuat prototipe berbasis platform sensor yang meliputi perangkat lunak dan perangkat keras untuk pemrograman cepat dan konfigurasi.
Pada kesempatan yang sama, Managing Director Robert Bosch Automotive, Toto Suharto, menambahkan bahwa ia melihat minat yang besar dan potensi yang dimiliki generasi milenium Indonesia dalam mengembangkan solusi berbasis IOT.
“Terbukti dari antusiasme mereka yang luar biasa dalam kompetisi Bosch IOT Hackathon 2019 ini. Dari 50 tim yang mendaftar, kami saring menjadi 20 dan harus melakukan wawancara tes konsumen. Setelah itu, mereka akan disaring lagi untuk 10 tim dan terpilih lima tim menyajikan inovasi mereka mereka berada di juri di acara puncak ini, “katanya.
Untuk informasi tambahan, kompetisi Hackathon Bosch IOT 2010 merupakan Bosch bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Asosiasi IOT Indonesia, Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung.