
DeepMind Mengembangkan AI untuk Deteksi Dini Gagal Ginjal Cedera ginjal akut (AKI) membunuh sekitar 500.000 orang di Amerika Serikat dan 100.000 di Inggris setiap tahun, seringkali karena mereka tidak terdeteksi dengan segera. Ini cukup mengkhawatirkan, jadi para peneliti mulai menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk dengan cepat mendeteksi penyakit ini.
Departemen Urusan Veteran AS (AV) telah menjalin kemitraan dengan DeepMind, sebuah perusahaan AI yang dimiliki oleh Alphabet. VA mulai mengembangkan algoritma prediksi AKI. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan hari ini di Nature, mitra berbagi temuan mereka bahwa algoritme dapat memprediksi keberadaan AKI hingga 48 jam sebelum itu terjadi. Hasil uji coba mengidentifikasi dengan benar 9 dari 10 pasien yang kondisinya memburuk dan membutuhkan perawatan segera.
DeepMind juga memiliki asisten seluler untuk dokter, yang disebut Streams. Menurut tes University College London pada aplikasi ini, ternyata spesialis medis dapat mengobati kasus yang mendesak dalam waktu kurang dari 15 menit dan bahwa hanya 3,3% dari kasus AKI yang terlewatkan. Aliran juga menghasilkan penghematan biaya dalam perawatan kesehatan. Dikombinasikan dengan algoritma deteksi AKI DeepMind, Streams dapat menawarkan deteksi dini yang lebih baik.
Dengan alat ini, DeepMind berharap untuk memajukan dunia medis yang merupakan model responsif untuk pendekatan berbasis pencegahan. Dan rencananya, tidak berhenti di AKI tetapi akan memengaruhi beberapa penyakit lain yang menyebabkan kematian sehingga pencegahan bisa dilakukan. Tim DeepMind berencana untuk melanjutkan pekerjaan ini sebagai bagian dari Google Health.