Saat Ini, Tunanetra Bisa Manfaatkan Google Maps untuk Petunjuk Jalan Perusahaan teknologi raksasa, Google, mulai membaik Maps dengan navigasi suara yang lebih rinci. Fitur baru ini diluncurkan bertepatan dengan perayaan Hari Penglihatan Dunia pada 10 Oktober lalu dan dengan kemampuan baru ini akan sangat membantu orang-orang buta atau tunanetra untuk mengunjungi tempat-tempat baru melalui navigasi suara.
Ada sekitar 250 juta orang di seluruh dunia memiliki gangguan penglihatan atau kebutaan, dan mereka menilai fitur Maps yang sejauh ini dianggap kurang membantu mereka karena hanya menunjukkan perintah untuk belok kiri atau berbelok persimpangan jalan yang benar.
Terbaru dari Google Maps, secara proaktif dapat menginformasikan pengguna jika mereka berada di jalur yang benar, jarak ke giliran berikutnya, dan arah di mana mereka jalankan. Jika mereka menyimpang dari awal, Google akan memberitahu mereka secara lisan bahwa layanan mereka sedang dihitung ulang. Untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna, Maps juga akan memberitahu pengguna ketika mereka mendekati persimpangan besar dan mendorong mereka untuk menyeberang dengan hati-hati.
Dengan demikian, untuk orang buta dan tunanetra dapat dengan mudah mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah mereka kunjungi. Google mengatakan, fitur ini dikembangkan untuk membantu orang dengan gangguan visual untuk melakukan perjalanan lebih aman dan otomatis memberikan tujuan yang tepat.
navigasi suara rinci mulai meluncurkan 10 Oktober di Android dan iOS dalam bahasa Inggris untuk AS dan Jepang untuk pengguna Jepang. Rencananya, Google akan memperluas penggunaan bahasa sehingga masa depan dapat digunakan di seluruh dunia. Opsi ini dapat diaktifkan dalam pengaturan Google Maps.