AI dan Big Data Jadi Bahasan Utama di Konferensi PSI 2019

AI dan Big Data Jadi Bahasan Utama di Konferensi PSI 2019 – Open Safety Indonesia (PSI) 2019 yang akan berlangsung pada 27 Februari – 1 Maret 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, tidak hanya akan diramaikan oleh stan-stan yang memamerkan beragam solusi dan teknologi keamanan dari berbagai perusahaan, tetapi juga akan digelar konferensi yang membahas hal-hal menarik yang patut diikuti untuk menambah pengetahuan dan pemahaman terkait keselamatan publik.

Adhouse Clarion Events sebagai penyelenggara memastikan Konferensi PSI 2019 yang akan digelar bersamaan dengan PSI 2019 akan dimulai pada Kamis, 28 Februari 2019 dengan mengangkat tema besar “Reinforcing Through Collaboration” yang akan menggali diskusi dengan topik “Innovation and Internet of Thing (IoT) in Public Safety.”

Sejumlah pakar akan menguraikan berbagai perkembangan yang terjadi di dalam region keselamatan publik yang berkaitan dengan teknologi. Salah satunya, Peter Ship dari SAS. Konsultan keamanan profesional itu akan menunjukkan disrupsi teknologi computerized yang terjadi di bidang keamanan. Dia akan menunjukan bagaimana video pintar pengawas keamanan bekerja secara otomatis untuk merespon ancaman keamanan lebih awal. Ship akan membahas topik “Advanced Disruption in Indonesia Public Safety: Utilizing Smart Video Surveillance, Automated Alerting for Faster Response”.

SAS mengembangkan teknologi untuk dapat merespon cepat terhadap kejahatan, terorisme, dan ancaman keamanan. Mereka menggunakan pendekatan berbasis analisis yang kohesif terhadap penilaian resiko dan ancaman. Inovasi yang berbasis pada Artificial Intellegence (AI) atau kecerdasan buatan ini sangat bermanfaat bagi intelejen keamanan.

Computer based intelligence merupakan komponen penting dalam keselamatan publik. Man-made intelligence menjadi perpanjangan mata secara advanced, serta mengawasi dan menganalisis gerakan untuk membantu polisi mendeteksi kejahatan dan memantau ruang publik dari insiden serta gangguan.

Kecerdasan buatan berkembang pesat pada time computerized. Berbagai kebutuhan manusia dapat dipenuhinya. Salah satunya, stage analisis video cerdas Nodeflux. Startup yang berasal dari Indonesia ini telah digunakan oleh Pemprov DKI dalam Jakarta Smart City.

Nodeflux adalah stage analisis video cerdas pertama di Indonesia. Startup ini mengubah cara organisasi menggunakan information, melalui teknologi canggih. Industri pariwisata, perhotelan dan ritel membutuhkan analisis video cerdas ini. Dengan fitur pengenalan wajah, kerumunan orang yang hilir mudik di ruang publik dapat dikenali lewat AI yang dikembangkan oleh Nodeflux.

Solusi yang ditawarkan Nodeflux mencakup berbagai sektor termasuk pertahanan dan keamanan, kota pintar, dan analisa toko. Nodeflux menggunakan algoritme untuk pengukuran orang, deteksi pelanggaran aturan, manajemen dan pengukuran lalu lintas, serta pemantauan sungai, banjir, sampah, dan sebagainya.

Bila penasaran dengan Nodeflux, Anda dapat menghadiri board diskusi “Group Control for Mega Events” yang akan diselenggarakan pada hari kedua Konferensi PSI 2019, Jumat 1 Maret 2019. Dimana Meidy Fitranto, CEO sekaligus Co-Founder Nodeflux, hadir sebagai panelis diskusi.

Diskusi menarik lainnya, tentang automaton. Pada gedung bertingkat yang sulit terjangkau dan memiliki resiko tinggi seringkali membuat para petugas keamanan kesulitan dalam melakukan inspeksi. Pesawat tanpa awak atau unmanned flying vehicle atau yang biasa disebut ramble dapat menjadi solusi dalam tugas inspeksi tersebut.

Automaton dapat melakukan pengambilan gambar (symbolism) pada seluruh bangunan secara visual. Penggunaan ramble dalam inspeksi keamanan pada infrastruktur bermanfaat untuk memastikan keselamatan publik.

Julius Agus Salim President Director of PT Famindo Inovasi Teknologi, perusahaan yang spesialis mengembangkan teknologi ramble, akan memberikan knowledge pada Konferensi Public Safety Indonesia di hari kedua, Jumat 1 Maret. Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, Kepolisisian Republik Indonesia, Badan SAR Nasional, maupun Badan Inteligen Negara, merupakan institusi keamanan yang telah menggunakan ramble.

Inovasi berbasis teknologi informasi pada akhirnya membutuhkan enormous information. Bagaimana huge information dapat diaplikasikan dalam sistem keamanan juga mendapat perhatian di dalam Konferensi PSI. Anda dapat mengikuti diskusi dengan topik “Applying Big Data Analytics to Physical Security Operations” pada hari pertama konferensi, Kamis 28 Februari 2019.

Topik-topik penting yang tak kalah menariknya untuk diikuti, antara lain “Data and Communication Technologies (ICT) for Public Safety”, “Utilizing Cloud Platforms and Intelligent Analytics to Improve the Effectiveness and Efficiency of Law Enforcement, and Ensure a Safe Environment for the Public”, “Digital Security and Critical Information Infrastructure”, dan “Building a Comprehensive Map of Cybercrime in Indonesia”

Beragam topik presentasi dan board diskusi ini dapat melengkapi pemahaman Anda. Hal-hal yang tak terpikirkan sebelumnya ternyata akan menjadi suatu kenyataan. Kejahatan akan terus berkembang mengikuti zaman. Keselamatan publik membutuhkan inovasi pada sistem keamanan dan kolaborasi bersama para pakar keamanan.