FLAIM Kembangkan VR untuk Melatih Anggota Pemadam Kebakaran

FLAIM Kembangkan VR untuk Melatih Anggota Pemadam Kebakaran – Computer generated reality (VR) biasanya digunakan untuk bermain amusement dan hiburan lainnya. Namun kenyataannya teknologi VR ini dapat dimanfaatkan industri untuk compositions pelatihan tertentu, seperti NASA yang menggunakan teknologi VR untuk melatih para astronotnya untuk berjalan di EVA. Bahkan sekarang ini dua perusahaan Australia tengah bekerjasama untuk mebawa VR ke dalam program pelatihan pemadam kebakaran yang disebut sistem pelatihan FLAIM Trainer.

Sistem integrator teknologi dan penyedia layanan IT, Dimension Data, bersama startup FLAIM Systems menjalin kerjasama dalam pelatihan pemadaman kebakaran ini dengan cara meniru kondisi sulit dan berbahaya yang harus dihadapi petugas pemadam kebakaran di lapangan secara virtual.

Bahkan FLAIM Systems mendesain kelengkapan pemadam seperti masker, jaket dan selang dibuat senyata mungkin untuk dapat berinteraksi dengan kondisi kebakaran seperti sesungguhnya. Di mana selain headset HTC Vive VR, anggota pemadam yang dilatih akan mengenakan jaket berbobot dengan komponen pembangkit panas, masker pernapasan dan sistem haptic input yang telah dipatenkan.

Jaket terbuat dari serat nano konduktif yang disebut “hitoe” telah dilengkapi dengan komponen pembangkit panas untuk meniru panas keras yang dihadapi saat menghadapi programming interface. Ini bisa memanaskan hingga 120°C dalam waktu singkat. Sedangkan pada selang disediakan dua varian, satu menyediakan sekitar 30kg resistensi dan versi tugas berat yang dapat memberikan sekitar 75kg resistensi.

CTO FLAIM Systems, James Mullins, mengatakan sistem pelatihan menggunakan VR ini akan memudahkan dalam melatih petugas pemadam kebakaran pemula yang belum pernah menghadapi langsung programming interface kebakaran, dan menurutnya pelatihan ini lebih aman dibandingkan metode pelatihan tradisional.

“Sangat sulit untuk melatih petugas pemadam kebakaran dari awal, bila menggunakan metode lama secara inharen tidak aman, sulit direproduksi, mahal dan berbahaya bagi lingkungan,” ujar Mullins yang juga mantan pemadam kebakaran.

FLAIM Systems bertujuan untuk menghilangkan kendala-kendala tersebut dan memungkinkan pengguna dapat berlatih dengan lebih aman dan lebih detail, di mana joke fix VR dipasang. Instruktur play on words dapat memantau tanda-tanda crucial peserta pelatihan, respons fisiologis dan performanya selama pelatihan. Lalu sesi pelatihan dicatat dan disimpan ke cloud atau dintegrasikan ke dalam sistem manajemen pembelajaran, yang hasilnya dapat dijadikan tolak ukur, di mana instruktur dapat meninjau dan mengikuti perkembangan pelatihan dari waktu ke waktu.

“Pastinya tidak bisa dibandingkan dengan berada dalam programming interface sungguhan, namun pelatihan VR ini membuat anggota pemadam dapat lebih siap menghadapi tantangan memadamkan programming interface,” tandas Mullins.