Kamera CCTV Bandara AP II Mampu Deteksi Gerak dan Kenali Wajah
Pembenahan sistem keamanan terus dijalankan PT Angkasa Pura II dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir di beberapa bandara. Salah satu sistem keamanan yang dipakai untuk membantu pengawasan yaitu kamera CCTV. Dengan CCTV canggih yang dihadirkan AP II, semua jenis benda bergerak di bandara dapat terdeteksi dan juga bisa mengenali wajah.
Baca Juga:Layanan Cloud Memperbanyak Fitur Analitik IntelliVision
Dengan sensor yang ada di CCTV, kita dapat mengetahui itu manusia atau bukan, orang berkelahi atau gerak biasa kita tahu bedanya dan ada control room. Dibuatnya sistem kamera CCTV yang dapat mendeteksi sampai ke rahang muka orang. Jadi kalau orang operasi plastik tetap ketahuan itu siapa, kata Komisaris Utama AP II Rhenald Kasali.
Selain itu,Ia juga menambahkan kamera CCTV di bandara di bawah manajemen AP II juga sanggup mengawasi aktivitas pekerja yang menurunkan bagasi penumpang dari pesawat. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran oleh petugas, seperti membongkar koper penumpang dan sebagainya.
Baca Juga: Lebih Efisien, Seri Deepsense kamera CCTV Dahua Dibekali AI
Rhenald menerangkan, pembenahan keamanan di bandara AP II, terutama di bandara Soekarno-Hatta dimulai saat Terminal III Ultimate beroperasi pada Agustus 2016. Saat itu, Budi Karya Sumadi masih menjadi Direktur Utama AP II. saat itu, Budi membangun siatem keamanan CCTV yang canggih. Namun, ketika pengoperasiannya masih butuh penyempurnaan. Budi kemudian ditarik menjadi Menteri Perhubungan dan digantikan oleh Awaluddin.
Ia juga mengatakan, sebagai mantan Direktur PT Telkom, Awaluddin memeiliki bekal kemampuan digitalisasi. Oleh karena itu Awaluddin membuat berbagai macam sistem yang terhubung menjadi satu data besar. Dengan demikian, AP II juga dapat memantau dari sentra yang terkait aktivitas di seluruh bandara AP II yang terpencil sekalipun. Kecanggihan sistem pengamanan itu juga diberlakukan di beberapa bandara yang dikelola AP II.Tentu belum sesempurna di Soekarno-Hatta karena 80 persen penumpang dari Indonesia kan di Soetta, pungkasnya.