Kongres Kepemimpinan Polri Digelar di Public Safety Indonesia 2019

Kongres Kepemimpinan Polri Digelar di Public Safety Indonesia 2019 – Police Leadership Forum and Congress 2019 yang digelar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) hari ini telah dibuka oleh Dirbintibmas Polri, Brigjen Edi Setio Budi Santoso. Sebagai bagian dari rangkaian acara Conference and Expo Public Safety Indonesia 2019 yang diinisiasi oleh PT Adhouse Clarion dan didukung Polri ini mendiskusikan isu-isu yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan publik di Tanah Air.

Dalam sambutannya, Brigjen Edi menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara yang berdaulat dengan jumlah penduduk yang besar dan keberagaman budaya yang tinggi menjadikan negara ini memiliki kerawanan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) yang tinggi apalagi keragaman suku dan etnis kerap kali memunculkan berbagai silang pendapat dapat berpotensi memicu terjadinya konflik kecil ataupun besar.

Bahkan menurutnya, mengutip dari pernyataan Presiden Jokowi, Polri sebagai lembaga yang bertugas untuk menciptakan keamanan di masyarakat akan menghadapi tantangan dan tugas yang semakin berat dan kompleks. Terlebih lagi dunia sekarang ini semakin terus berkembang dan bergerak yang membawa ancaman-ancaman baru terhadap situasi keamanan. Untuk itu diperlukan pemanfaatan teknologi untuk membantu tugas kepolisian dalam menciptakan keamanan dan kenyaman di masyarakat.

“Memanfaatkan kemajuan teknologi merupakan suatu keharusan terutama dalam membantu pengawasan di zone region tertentu dengan menggunakan CCTV yang didukung oleh aplikasinya untuk menggantikan peran petugas keamanan atau polisi dalam melakukan pengawasan keamanan. Karena jumlah petugas polisi yang terbatas, tentunya tidak bisa semua territory dapat dijaganya sehingga membutuhkan bantuan teknologi keamanan,” ujarnya.

Namun demikian, untuk menciptakan rasa aman memang memerlukan investasi yang tidak sedikit. Disebutnya, dampak dari suatu gangguan kamtibmas risiko dampak kerugiannya jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai investasi yang dikeluarkan karena gangguan kamtibmas bisa menimbulkan korban jiwa, kerusakan fasilitas umum, dan hal yang lebih memprihatinkan lagi hilangnya kepercayaan masyarakat kepada kepolisian.

Selain pemanfaatan teknologi, Polri juga selalu melakukan perbaikan-perbaikan melalui program Promoter (profesional, present day dan terpercaya) dengan tiga kebijakan yaitu Peningkatan kinerja, Perbaikan kultur, dan Manajemen media. “Dengan adanya program ini kini tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian meningkat 82,2% berdasarkan Litbang Kompas.”

Sementara itu, Presiden Direktur PT Adhouse Clarion Events, Toerangga Putra, menyampaikan bahwa keamanan publik menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan, karena Indonesia kini telah menjadi salah satu pusat pertumbuhan perekonomian dunia di mana pemerintah telah bekerja keras dalam mendukung perekonomian tersebut dengan membangun berbagai infrastruktur dan fasilitas strategis lainnya.

“Keamanan publik harus menjadi perhatian kita semua, baik itu sektor swasta, pemerintah pusat, serta kepolisian sebagai pemimpin dari partner yang terkait dengan keamanan dan kenyaman publik. Karenanya di momen ini, diharapkan para pemimpin nasional dan provincial dapat bertemu dan berdiskusi tentang isu-isu kunci yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan publik Indonesia,” papar Putra.

Lalu dipaparkan, Forum dan Kongres Kepemimpinan Polri ini merupakan acara yang didedikasikan khusus bagi Polri. Sehari penuh, acara ini diramaikan dengan tiga diskusi board yang mengangkat tema berbeda, yaitu Border Protection and Homeland Security, Kolaborasi Pemerintah dan Kepolisian dalam Menjaga Keamanan Publik Khususnya dalam Menghadapi Kondisi Terorisme, dan Unleasing the Benefits of Data Fusion to accomplish ‘Insight Led’ Policing.

Berlangsung selama tiga hari mulai 27 Februari – 1 Maret 2019 di JCC, Public Safety Indonesia juga akan mengadakan kenferensi yang membahas hal-hal menarik lainnya terkait keselamatan publik di hari kedua dan ketiga dengan menghadirkan pembicara-pembicara yang kompeten di bidangnya. Menariknya lagi, pameran ini menghadirkan 57 teknologi, jasa dan barang yang terkait dengan sistem keamanan.