Rawan Kekerasan, Akademi Angkatan Udara AS Dipasang Ribuan Kamera

Rawan Kekerasan, Akademi Angkatan Udara AS Dipasang Ribuan Kamera – Akademi Angkatan Udara AS telah memasang ribuan kamera TV shut circuit di kampus selama setahun terakhir untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi para kadet dan untuk mencegah perilaku kriminal.

Berdasarkan laporan tahunan yang dirilis Pentagon, terjadi kekerasan dan pelecehan di akademi. Survei anonim yang dilakukan telah menemukan 747 siswa yang menyatakan mengalami pelecehan seksual yang tidak diinginkan selama setahun terakhir. Hal ini terjadi peningkatan hampir half dari 507 siswa pada 2016.

Menurut Pengawas Akademi, Letjen Jay Silveria, dengan adanya laporan Pentagon tersebut, ribuan kamera ini mulai diajukan ke Komite Alokasi DPR dan selama dengar pendapat dibahas bagaimana kondisi asrama militer beserta perilaku kadet ketika para pemimpin tidak ada. “Kekerasan terjadi saat petugas atau pimpinan tidak ada di sana, jadi mereka tidak akan melihat hal-hal yang terjadi ketika tidak ada di sana. Padahal ada begitu banyak hal yang terjadi di kampus, bahkan kami hampir tidak mempercayainya,” ujar Silveria.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa keselamatan dan keamanan taruna adalah tanggung jawabnya. Maka dari itu, ribuan kamera TV shut circuit dipasang di seluruh asrama untuk memastikan keselamatan dan keamanan, serta berfungsi sebagai pencegah terjadinya tindakan kriminal dan barang bukti untuk investigasi jika terjadi insiden.

“Kamera akan menjadi bagian dari perbaikan kebijakan dan perubahan kampus untuk mengatasi masalah dalam budaya dan kebiasaan keseluruhan di Akademi kami, serta mendorong ketertiban dan disiplin yang baik,” tandasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Akademi Angkatan Udara AS, Meade Warthen, dalam keterangannya menyebutkan apa yang diajukan telah disetujui pada tahun 2017 dan instalasi telah dimulai pada Mei 2018 yang seharusnya akan terinstal semuanya di tahun ini. “Beberapa ribu kamera tambahan telah dipasang pada region umum di asarama kadet, termasuk lorong, pintu masuk dan keluar, ruang belajar dan TV, tangga dan atap rumah. Untuk ruang pribadi, seperti ruang kadet, ruang ganti, kantor atau kamar kecil tidak akan dipasang kamera,” papar Warthen.

Untuk pengadaan kamera ini, disebutkan menghabiskan biaya sebesar US$ 5 juta. Mengenai jumlah kamera tambahan ini, Warthen enggan mengungkapkannya.