Sistem Keamanan Berbasis Cloud Diklaim Tak Cocok untuk Pelaku UKM – Teknologi cloud dan Video Surveillance as an administration (Vsaas) sepertinya merupakan pilihan yang tepat untuk Usaha Kecil Menengah (UKM). VsaaS menjajikan TCO yang rendah dan bisa disesuaikan tergantung kebutuhan. Memang, pembatasan bandwith membuatnya hanya cocok untuk perumahan saja untuk saat ini.
“Banyak pelanggan dari UKM tidak menggunakan penyimpanan berbasis cloud, karena relatif lebih mahal daripada penyimpanan lokal. Pelanggan memilih ‘nearby capacity, remote access’ yang mana video hanya disimpan di tempat, tapi dapat diakses secara remote,” individualized organization Jumbi Edulbehram, Presiden Regional Oncam Amerika.
Dengan harga ‘nearby capacity’ yang pas dan pembatasan bandwith dengan harga yang lebih mahal jika menggunakan penyimpanan cloud, ‘neighborhood stockpiling’ banyak digunakan oleh mayoritas pelaku UKM. “Remote access itu penting dan memang cloud adalah penyimpanan yang sangat baik untuk multi-site the board, namun semua pelaku bisnis sudah merasa segan dengan ‘neighborhood stockpiling’ selama sistem tersebut dapat di akses,” customized organization Alex Asnovich, Direktur Marketing Hikvision USA untuk Amerika Utara.
“Untuk usaha menengah, penyimpanan information pada cloud mulai jadi pertimbangan dan masalah bandwith yang mengakibatkan performa kurang bagus menjadi kendala besar yang dihadapi. Bisnis menengah ingin memperbarui sistem mereka ke sistem IP dan HD untuk mendorong efisiensi,” customized structure Brian Song, Direktur Marketing IDIS untuk Eropa.
Pembatasan bandwith membuat gushing video dan distributed storage tidak praktis. Banyak pelaku UKM tidak membutuhkan bandwith untuk gushing video dengan top notch. “Gushing video pada cloud dapat mengganggu aplikasi yang terhubung ke web lainya, seperti transaksi kartu kredit,” tambah Brandon Reich, Direktur Senior bidang Surveillance Solution Pivot3.