Videonetics Gunakan AI dan Deep Learning untuk Deteksi Penggunaan Sabuk Pengaman – Bila sebelumnya telah mengenalkan solusi yang dapat mendeteksi pelanggar lalu lintas yang menggunakan ponsel saat berkendara, kali ini Videonetics mengumumkan peluncuran solusi untuk mendeteksi pengendara yang tidak menggunakan sabuk pengaman saat berlalu lintas secara constant. Solusi yang diberi nama ‘No Seat Belt Detection’ ini menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Deep Learning untuk memastikan pelanggar yang membahayakan nyawanya dapat terdeteksi.
Teknologi No Seat Belt Detection telah dilatih lebih dari lima tahun menggunakan information video constant dengan kerangka kerja AI dan profound learning untuk dapat mengidentifikasi pengemudi yang berisiko tinggi berbahaya bahkan dalam kondisi di malam hari.
No Seat Belt Detection akan menganalisis gerakan pengemudi yang mengendarai mobil, baik itu taksi, jeep, truk, lori dan sebagainya. Plat nomor kendaraan yang melanggar juga akan di-catch dengan ANPR untuk bukti video. Selain itu, occasion akan disimpan untuk dianalisis nantinya. Teknologi yang dikembangkan Videonetics ini juga dapat berjalan dengan perangkat lunak manajemen e-Challan/e-Ticket untuk mengeluarkan e-ticket dengan detail seperti gambar pelanggaran, top waktu, tanggal dan nomor kendaraan dan lainnya.
Menurut Founder and MD Videonetics, Tinku Acharya, solusinya ini akan memperkuat rangkaian Videonetics Intelligent Traffic Management System (ITMS) dalam meningkatkan pemantauan lalu lintas secara constant, mengidentifikasi dan memproses pelanggaran lalu lintas, di mana akhirnya memodernisasi solusi manajemen lalu lintas lebih lanjut dan menegakkan regulasi lalu lintas dan penegakan hukum di seluruh kota.
“Perusahaan terus berinovasi dengan teknologi canggih untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang. Teknologi No Seat Belt Detection yang berbasis AI dan profound learning bersama ITMS suite akan semakin menanamkan disiplin lalu lintas di antara warga serta mengurangi kecelakaan lalu lintas,” ujar Acharya.
Portofolio ITMS mencakup sistem Automated Number Plate Recognition (ANPR), sistem Deteksi Pelanggaran Lampu Merah (RLVD), Deteksi Penggunaan Ponsel saat Berkendara, Deteksi Tanpa Helm, Deteksi Berkendaraan Bertiga, Deteksi Bebas Blok Kiri, Deteksi Kecepatan Lebih, Deteksi Kemacetan Lalu Lintas, Deteksi Salah Parkir, Deteksi Tidak Parkir, Dasbor Cerdas, dan Visualisasi Data.
ITMS saat ini telah digunakan di banyak kota, seperti Kolkata, Ranchi, Indore, Bhopal, Bangalore dan lainnya untuk menegakkan peraturan lalu lintas demi keselamatan warga, serta untuk mewujudkan misi nasional menuju keen city.